Gunung Andong lintas Pendem - Sawit

January 02, 2022

Selamat pagi dari kiblat pendaki gemes 👋

Pada hari minggu ku turut ayah ke kota kembali mendaki Gunung Andong. Bersama Rahmawati, dari Jogja kami berangkat pukul 05.30. Ndak terlalu pagi, keduluan ayam berkokok :( Jalur yang akan kami pilih kali ini adalah Pendem, tepat disebelah jalur Sawit yang sudah sering saya datangi sampai petugasnya muak ☺ Jalur Pendem ini merupakan alternatif lain menuju puncak andong dari arah utara. Lumayan kenangan kalori yang dibakar dan jarak tempuhnya lebih dari 4km. Kami menggunakan maps menuju basecamp. Melewati pasar favorit kita, Ngablak Market ambil jalur lurus terus menuju persimpangan basecamp Sawit, Pendem, dan Gogik. Pukul 07.00 kami sampai di basecamp. Selanjutnya saya membeli logistik di satu-satunya warung yang berada di basecamp Pendem. Fasilitas sudah cukup lengkap terdapat toilet, beberapa gazebo dan masjid tepat dibelakang basecamp. Tarif pendakian Gunung Andong via Pendem 2 Januari 2022 Rp. 20.000 / orang dan parkir motor Rp. 5.000. 

Pukul 07.10 kami memulai perjalanan. Kata orang-orang di instagram jalur pendem ini landai, ternyata cuma andai :( Jalur awal pendakian menanjak cukup gokil. Tapi masih ada warga lokal yang menggunakan motor untuk ke ladang. Boleh bonceng Pak? 👸 mendekati batas ladang terdapat tulisan Gunung Andong yang sangat besar dan terlihat dari kejauhan. Tapi kalo dari rumah yo ndak kelihatan mas :( melewati beberapa pohon bambu yang tidak ada pandanya, kami sampai di jembatan bertuliskan "jomblo dilarang foto" aduh mendaki sekarang pakai status, sad. 

sad :(

Dari jembatan jomblo tadi kami ambil arah kiri dengan rute menanjak. Terdapat juga persimpangan menuju jalur Sawit. Sepanjang jalan vegetasi hutan tidak terlalu rapat, tapi kali ini tanah cukup lembab karena sehabis hujan. Kontur tanah padat khas Gunung Andong menandakan jalur sudah sering dilewati. Sekitar 20 menit kemudian kami sampai di pos 1 yang bernama Kenongan. o ya bukan a. Di pos ini terdapat kursi kayu dengan atap seng yang bisa digunakan untuk istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan. 

Pos 1 fren

Jalur kembali menanjak sampai akhirnya kami bertemu pendaki lain di pos 2 Grujukan. Jalur pendem ini tidak seramai sawit, jadi ayo ramaikan ☺ tanpa mampir kami melanjutkan perjalanan dibawah langit Andong yang sedari tadi tertutup kabut sehingga suasana semakin asri. Setelah tanjakan bertubi-tubi kami melewati jalur yang agak datar. Jadi ini yang disebut datar WKWK. Thx reviewnya bestie 👻 Tidak lama kemudian kami sampai lagi di persimpangan jalur Gogik dan Pendem. Kami bertemu rombongan dari Semarang. Katanya jalur selanjutnya bisa memilih di kanan yang landai tapi agak memutar atau jalur kiri yang menanjak tapi lebih cepat sampai. Karena kami ingin berjalan lebih jauh tanpa menyelam lebih dalam, jadi kami ambil jalur landai. xixi (ketawa bapack2 di grup whatsapp).

Selepas jalur landai tadi kami kembali bertemu tanjakan 💔 menuju arah keluar vegetasi, puncak alap-alap mulai terlihat. Dari sini bentang desa sekitar andong nampak jelas, juga gerbang pendakian jalur Sawit. Sekitar satu jam berjalan terhitung dari basecamp, kami sampai di area batu pertapan. Terdapat batu besar yang biasa digunakan untuk foto kakak-kakak hits 😊 Tidak jauh dari batu pertapan sampailah kami di puncak alap-alap dengan ketinggian 1692 mdpl. Disini banyak tenda yang masih berdiri dan ada juga yang menunggu kabut hilang. Mas cuaca seperti ini ditunggu sampai tua juga akan sama mas :( canda loh ✌ 

Kami melanjutkan perjalanan melipir jembatan setan yang menghubungkan ke puncak andong. Sekitar 5 menit berjalan, puncak andong sudah cukup penuh dengan orang-orang yang berfoto. Kami mengeluarkan snack kesukaan hamtaro dan menikmati kabut syahdu disekitarnya. Warung di puncak tidak lupa kami datangi, karena mendoan dan es teh di gunung  rasanya nomero uno, sekalipun sudah dingin 😅 

Setelah lama di puncak, kami turun melalui jalur sawit. Dan tentu saja jalur ini selalu ramai disetiap sudutnya. Kami memilih arah kiri menuju jalur lama. Sampai di pos 2 ada beberapa tenda yang camp ceria disini, kami sekedar menyapa sambil melanjutkan perjalanan turun. Sekitar pukul 11.30 kami sampai di gerbang pendakian sawit, untuk menuju basecamp pendem, tinggal berjalan ke arah utara sekitar 400 meter saja seperti data yang terrecord dibawah ini.  Mudah, tidak sesulit menemukan huruf N pada permen karet Yosan. Yeeeey! Sampai jumpa bestie 👋



You Might Also Like

0 komentar

Subscribe