Muria, sejujurnya adalah gunung yang tidak pernah masuk dalam wishlist saya 😭 tapi karena banyaknya teman-teman yang berdomisili di pantura dan saat itu saya ada kepentingan di Rembang, jadilah yuk sekalian kita ke muria. Sebagai noob disana tentu saja ambisinya adalah puncak tertinggi gunung muria 1602 mdpl bernama puncak 29 atau songolikur.
Sabtu, 27 Juli 2024
Berangkat dari Jogja ke Solo menggunakan krl kemudian disambung kereta promo banyubiru seharga Rp. 32.000 menuju stasiun semarang tawang, kemudian oper dengan gojek ke terminal terboyo, nah dari sini naik bus menuju Kudus karena saya dijemput MMG (my mantan gueh) 😭 Kak Rona, di perempatan Ngembal, Kudus. Entahlah pokoknya instruksinya begitu sedangkan saya baru pertama kali menginjakkan kaki di panturace ini. Sepanjang jalan yang saya lihat sungai meluap di sekitar genuk dan balapan liar di Kudus 😳 sampai di simpang Ngembal sekitar jam 22.30 Kak Rona sudah standby disana dan melihat saya yang kebingungan wkw karena saya mengeluh lapar, jadilah ditraktir nasi tahu telur setelah gumun karena diajak keliling melihat menara kudus, terimakasih ☺️ selesai makan kami langsung otw ke basecamp rahtawu sambil membeli logistik untuk tektok esok hari.
Sampai basecamp tengah malam, mana sepanjang jalan menuju rahtawu ini mati listrik *sos* sumber cahaya su dekat toh karena Nurhayati disitu 😭🤣 jalan cukup meliuk-liuk, untuk saya yang ga jago naik motor pasti nyemplung jurang sih ☺️ di basecamp waktu itu sepi tidak ada orang sama sekali, kami numpang tidur di tempat seperti pos ronda. Kak Rona membawakan saya selimut dan biskuit roma kelapa, aseeek usaha nih mz? Roma dan Rona, uhuk pasti ambil dari toko ibunya ☺️
Minggu, 28 Juli 2024
Jam 2 pagi dan aku masih terjaga, ingin menghubungimu tapi tidak tau 🎶
Jam 03.00 saya bangun dan bersiap-siap untuk treking, what the ~ masih gelap gulita gini brok. Karena muria ini berada di mdpl sekian wkw maksudku basecampnya pun ga tinggi-tinggi amat, jadi suhu di basecamp tidak sedingin basecamp gunung jawa tengah lainnya. Cuci muka dan sikat gigi pun malah berasa seger 🤣 setelah prepare yang padahal saya ga bawa apa-apa 😂 kami mulai treking menuju puncak 29 muria. Entah waktu itu bayar registrasi berapa, seingat saya cuma bayar parkir saja 😂 Berdasarkan informasi dari MMG, mostly trek muria ini cor-coran 😂 pokoknya grip sepatu kalian harus oke biar tidak kepleset disini. Dan benar... berjalan sampai pos 1 awalnya landai sih, tapi cor semua 😭 di kanan kiri terdapat kebun kopi. Yhaa bahan baku butterscotch, latte, dan salted caramel kalian itu 😂 Lanjut karena merasa masih kuat wkw padahal engga, setelah pos 2 ada percabangan ke arah kanan jalan cor zigzag dan menanjak sementara arah kiri terlihat landai dan melewati sungai, kemudian kami sampai di percabangan lagi dengan sebelah kiri jalur trirenggo yang katanya cepat tapi menanjak sedangkan kanan cor-coran dan nanti terdapat pos-pos berikutnya. Yang menyebalkan dari jalur cor-coran adalah kalo ada pasir dan kerikilnya. Licin pol kayak janji di lagu kan ku arungi banjir jalan pantura, akan ku daki pegunungan muria yang akhirnya expired oleh ego dan takdir 🤣
Sampai pos 3 disini terdapat warung tapi belum buka, ya kali 24 jam kayak indomaret fresh 😂 saya minta istirahat sebentar disini sebelum lanjut ke pos 4. Setelah ambil seluruh nafas ini, kami melanjutkan perjalanan. Sampai pos 4 disini terdapat warung, mushola dan mata air. Ada juga sendang bunton tapi saya tidak mampir. Kami sampai disini bertepatan dengan adzan subuh, untuk mengambil wudhu masih gelap jadi harus disenterin sama MMG. Waktu sholat juga didepan tempat sholat ada cermin, reflek saya yang pake mukena putih cosplay hantu film makmum 😭🤣
Setelah subuh warung di pos 4 ini sudah buka dan bapak warung membuat api unggun. Kami lanjut jalan tipis-tipis karena ada teman yang mau menyusul tapi dia lewat jalur tempur dan naik motor sampai sebelum pos 6. Namanya Falak, just call him "lek'e" 🤣 melewati pos 5 ada bangunan dari seng tapi kami tidak mampir, jalur setelah ini masih full cor-coran 😭 pokoknya tabah atos sampai akhir ☺️ saat melintasi pos 6 terdapat petilasan dan bangunan yang ada tangganya cukup tinggi. Kayak selasar pendopo gitu tapi berundak. Katanya ini petilasan Eyang Pandu. Kami cuma lewat saja ke jalurnya di sebelah kanan bangunan itu dan masih belum bertemu dengan Lek'e 😂
Sekitar jam 06.00 setelah melewati jalur zigzag yang cukup menanjak, sampailah kami di gerbang masa lalu majapahit 😭 dijuluki seperti itu karena memang ada gerbang besar sebelum warung di puncak. Terdapat petilasan Eyang Semar yang dibalut kain putih. Saya dan Kak Rona jalan terus menuju tugu puncak 29 yang imut itu 😭 karena mau dibilang tugu tapi bentuknya kecil, tapi motifnya tugu 🙏😂 kondisi puncak pagi itu ramai, dari sini terlihat puncak muria lain yang jumlahnya puluhan kalo kata Lek'e, terlihat juga laut utara jawa terbentang jauh. Setelah foto secukupnya kami kembali mencari Lek'e dan mampir di warung Mbah Gito sambil memesan wedang bajigur sachet. Celingak-celinguk keluar akhirnya Lek'e menemukan kami, yey bertemulah kami bertiga dan cangkruk di warung serta mengantar Lek'e ziarah sebentar ke petilasan Eyang Wisnu sebelum turun. Untuk saya yang Muhammadiyah nyel ya cuma diem ngikut dan nunggu kegiatan warga NU ini 😂 selesai nganterin Lek'e, dia juga sempat mencoba cari wifi di belakang warung, entah mau call gebetannya yang ke-berapa 😂
![]() |
| gerbang majapahit |
![]() |
| petilasan Eyang Semar |
![]() |
| P29 |
Turun dari puncak jalan cukup serem karena terjal dan licin, meskipun dibantu beberapa tali. Kami berpisah dengan Lek'e di bawah pos 6, diujung jalur yang bisa dilewati motor supra racingnya itu, vibes ojek gunung mulai melekat lek 😂 setelah jalur mulai bisa dilariin, kami lari tipis-tipis sambil direkam kayak pencitraan para runner pada umumnya 😭 padahal masih pagi tapi ku rasa muria ini mataharinya satu orang satu, benar-benar gerah fes 🥵 bahkan kami sampai kembali di basecamp rahtawu jam 09.00 pun sudah panas. Total jarak tektok puncak 29 muria sepanjang 10,65 km dengan elevasi 959 meter wkw nih bonus gpx nya : gpx puncak 29 muria kami istirahat sebentar di basecamp sebelum melanjutkan perjalanan pulang, ya namanya usaha cowok di awal effortnya setara pahlawan revolusi 😭 dari nganterin lintas kabupaten Kudus - Pati - Rembang sampai kembali lagi ke stasiun Semarang Tawang. Gokil! But thanks Kak Rona, semoga hidup selalu membawamu pada hal-hal baik.
Sekalipun aku tidak ada disana lagi.
Regards,
Mantan terindah.


























