Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan

October 10, 2021

Selamat hari minggu!! Wacana yang sudah cukup lama kami buat akhirnya terlaksana. Saya bersama Devi dan Hari mendaki Gunung Ungaran via Perantunan. Gunung Ungaran terletak di Semarang Jawa Tengah dan mempunyai beberapa jalur yang bisa digunakan untuk mendaki. Pada tahun 2014 saya pernah mendaki lewat jalur mawar, kali ini saya coba jalur lain. Gunung Ungaran mempunyai 3 puncak yaitu banteng raiders, puncak botak dan puncak bondolan. Menurut informasi terbaru puncak tertingginya berada di puncak botak dengan ketinggian 2050 mdpl. Pukul 05.00 pagi saya dan teman-teman berangkat dari Jogja dengan bermodal gps. 2 jam perjalanan saja kata mbak-mbak gps yang melewatkan kami pada jalur alternatif karena saya lupa mengubah mode berkendara 😂 Jalan kecil meliuk-liuk membuat kami cukup gemas karena ini berbeda dengan review di youtube yang nanjak mulus sampai sebelum basecamp. Cukup lama menjelajah jalan alternatif kami sampai dijalan besar dan menyempatkan diri untuk membeli logistik di toko favorit umat. Indoapril-1month 😅


Selesai berbelanja kami menuju arah basecamp dengan jalan yang benar. Huft. Ga daritadi mba gps, pake basa basi kayak orang mau ngeghosting. Eh. Jalan berupa aspal menanjak yang kanan kirinya terdapat banyak hotel, sampai mentok di aspal, jalan berubah menjadi sempit dan hanya bisa dilewati motor. Ujung jalan ini merupakan parkiran mobil pengunjung, untuk selanjutnya bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju basecamp sekaligus wisata Perantunan. Untuk kalian yang berjalan kaki sampai basecamp, segan 🙏 kalau saya mungkin mundur alon-alon mergo sadar aku sopo sepanjang jalan menuju basecamp dikelilingi oleh kebun mawar, kalo kita jatuh ke ladang ya ambyar. Karena yang berduri bukan hanya ikan 🌹 

Kami sampai di basecamp pukul 07.15 selanjutnya kami melakukan registrasi dengan biaya Rp. 15.000 per orang (Oktober 2021). Setelah menunggu antrian toilet, kami memulai pendakian pada pukul 07.30. Bismillah tipis-tipis 🤲. Jalur awal Perantunan ini adalah camp ground yang ramai saat weekend. Juga ada gardu pandang disisi utara. Fasilitas di camp ground cukup lengkap, terdapat warung, toilet, dan mushola. Setelah melewati beberapa tenda tapi kok gak ditawarin ngopi bang ~ kami sampai dijalan makadam yang kanan kiri mawar melati semuanya indah. Tidak jauh dari situ terdapat gerbang pendakian. Oke lets go!!! (emoticon api)

Gerbang Pendakian - Pos 1 (15 menit)

Jalur awal Perantunan berupa tanah yang nanjak dong. Mana ada mendaki landai 😂  tapi masih bisa dikategorikan nyaman di kaki. Memang kalo sudah nyaman mau nanjak pun ga masalah (Mbak Winda 2021). Kami berjalan santai karena kalau cepat yo aku kesel no sayangku 😹 tidak jauh dari gerbang kami sampai di pos 1 bernama Watu Omah dengan ketinggian 1418 mdpl. Terdapat shelter dan kursi yang bisa digunakan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Pos 1 - Pos 2 (10 menit)

Jalur berikutnya masih sama, sama-sama menuju puncak gemilang cahaya. Dengan trek yang tidak terlalu menanjak, jalur mulai masuk kedalam hutan tapi belum terlalu rapat. Sekitar 10 menit berjalan, kami melihat ada shelter bambu yang didekatnya terdapat pohon dan bebatuan. Pos 2!!! Kataku sambil mempercepat langkah walaupun tetap saja disalip pendaki lain 😂. Pos 2 bernama Watu Jajar dengan ketinggian 1489 mdpl. 

Pos 2 - Pos 3 (20 menit)

Perjalanan berikutnya menuju pos 3. Jalur mulai bervariasi dengan akar pohon yang menjulur karena sudah mulai terdapat pohon-pohon besar. Jalur seperti ini lumayan membantu karena bisa dijadikan tangga alami. Dari sini terkadang kepala pusing, penyebabnya adalah dehidrasi. Jangan lupa bawa minum yang cukup, kalau sudah bawa ya diminum, nunggu pingsan gendongnya berat, ndak kuat 👻 sekitar 20 menit kemudian, tanda-tanda pos 3 sudah terlihat. Terdapat shelter yang sudah keduluan ditempati pendaki lain :( kalah cepet. WKWK kami lanjut saja berjalan sambil menyapa pendaki yang turun dengan wajah gembira. Aku iri aku bilang 🙏

Pos 3 - Pos 4 (30 menit)

Beranjak dari pos 3, jarak setiap pos mulai jauh. Padahal cuma sampai pos 4 😂 jalur juga mulai diselingi dengan tangga (trek favoritmu) 🙃. Dengan diiringi sambat, kami menargetkan turun dari puncak jam 11 siang, ketika harapan mulai tipis kami bertanya kepada pendaki lain password pendakian. Pos 4 masih jauh tidak Kak? Padahal jawabannya sudah pasti, oh 5 menit lagi 🥲 tapi tidak membuat kapok untuk berharap. Hampir tidak ada bonus dijalur ini. Setelah cukup lama berjalan lebih jauh menyelam lebih dalam, kami melihat kerumunan pada sebuah shelter. Hei bubar bubar, covid! 😹 canda loh ✌️ pos 4 berada di ketinggian 1742 mdpl bernama Kolo Keciko. Diatas shelter pos 4 terdapat persimpangan, jika kita ambil arah kiri menuju puncak bondolan dan puncak botak sedangkan kanan menuju puncak banteng raiders. 

Persimpangan

Pos 4 - Puncak Bondolan (45 menit)

Kami memilih jalur kiri menuju puncak botak. Tidak jauh dari pos 4 sekitar 15 menit berjalan kami sampai dibatas vegetasi. Sabana Ungaran yang menguning mulai terlihat dari sini. Jalur sabana tidak bisa digunakan untuk camping karena hampir tidak ada tanah lapang. Sabana terlihat berbukit bukit dan nampak indah dengan tiupan angin yang membuatnya berayun seperti pompom. Kami melanjutkan perjalanan sambil membuat story 😹 jalan yang cukup sempit membuat harus bergantian antara pendaki yang naik dan turun. Pendaki yang naik pasti meminta pendaki turun untuk berjalan duluan. Pasti. ((karena chape)) 😂 setidaknya itulah alasan manis untuk break. Sekitar 30 menit kemudian pukul 09.45 kami mulai melihat banyak tenda terpasang di tanah lapang. Yheaaaa puncak bondolan! Kami langsung berjalan menuju puncak botak yang ((katanya)) memakan waktu 10 menit dari sini. Let's see.

Puncak Bondolan

Puncak Bondolan - Puncak Botak (45 menit)

Dari info pendaki lain, puncak botak dapat ditempuh maksimal dalam waktu 30 menit. Faktanya kami 45 menit 😹 jalur menuju puncak botak berupa bukit dengan vegetasi terbuka dan jalur yang sempit. Terlihat jauh memang dari sini dan ternyata memang jauh 😂 beruntungnya kami ditemani cuaca yang sangat cerah, tidak terbayang kalau hujan atau kabut tebal. Auto insecure 🙏 kami melewati sekitar 5 bukit cmiiw, sampai terlihat bendera merah putih berkibar. Alhamdulillah! Ucap kami seraya menganggap ini sebuah achievement 😹 yok sebentar lagi, orangtua pasti bangga! Hahaha candaku agar teman-teman bersemangat. Setelah sampai di puncak botak, angin disana sangat kencang. Tidak direkomendasikan mendirikan tenda disini. Kadang untuk berdiri saja sulit jadi kami berencana untuk tidak lama-lama berada di puncak. Ga lucu kalo terbang sedangkan tak punya sayap :( setelah cukup berfoto dan makan kue home made pemberian bapak-bapak 🙏 terimakasih Pak, kami turun pukul 11.00.

Puncak Botak

Perjalanan turun cukup lancar, lepas dari puncak botak angin sudah tak bertiup sekencang tadi. Yahh kenapa pilih-pilih :( kami menyempatkan mampir ke puncak bondolan untuk mengambil foto. Tenda yang tadi masih banyak sudah tidak ada sama sekali. Adudu ditinggal 🥲 kami bertemu beberapa pendaki yang naik walaupun tidak banyak. Mungkin karena besok Senin, waktunya kembali bekerja untuk naik gunung lagi 😹 begitu terus siklusnya. Di pos 1 kami berhenti sebentar lalu ketika ada rombongan pendaki lain sampai kami pergi agar bisa bergantian menggunakan shelter. Pukul 12.30 kami sampai kembali di basecamp Perantunan, setelah istirahat pukul 13.00 kami melapor turun dan mulai perjalanan pulang ke Jogja. Menuruni basecamp, perkebunan mawar mengiringi dengan cantik ditambah view rawa pening yang terlihat dari kejauhan. Pening rawa ya, bukan pening masalahmu. Oke babai, see u next 😹

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe