Merbabu via Suwanting; rindu yang tak pernah selesai

June 29, 2022

piknik atuh woii gawe weh hayo benghar ente gelo heeh

Selamat pagi kaum rebahan yang menyempatkan ambil cuti untuk bertemu belantara. Merbabu dengan jalur tercantik yang pernah ada. Suwanting, sabtu 25 Juni 2022 masih peralihan musim hujan ke musim kemarau (move on versi universe) saya, Pungky, Yupi, Arif, Doni, Ricky, Tio, Faris, Rio dan tim tenda sebelah memulai perjalanan pendakian Merbabu  via suwanting yang katanya bikin sinting but for me is something wkwk. 

Teman-teman dari Surabaya berangkat hari Jumat sekitar jam 21.00 saat saya masih menonton sepak bola tim kesayangan dan kalah 😆 Packing dadakan adalah jalan ninjaku, sampai ada P3K yang lupa beli 😌 tapi pada hari sebelumnya sudah membeli logistik yang cukup lengkap. Sekitar pukul 03.00 pagi bus dari Surabaya sampai di terminal tidar dan saya masih tidur 😴 maaf teman-teman ngantuk pol 😁 Subuh saya terbangun dan teman-teman masih stay di terminal karena Mas Bayu dari basecamp yang mau menjemput mereka ketiduran. Huft katanya 24 jam. wkwk peace 😂 Tidak lama kemudian pickup on the way terminal untuk menjemput teman-teman. 

Sementara itu saya dan adik saya Pungky berangkat dari Jogja sekitar pukul 06.00 pagi setelah sempat mampir mengambil tenda, kami melewati Klenteng Muntilan ke arah Pasar Talun, kemudian tidak jauh dari Ketep Pass kami masuk gapura pendakian Suwanting. Pukul 07.30 saya sampai di basecamp dan teman-teman sudah ready, xixi maafkan menunggu lama 😩 Ojek satu-persatu membawa kami ke pintu rimba. Biaya ojek murah lur cuma 10.000 bisa menghemat jarak sekitar 800 meter supaya kita tidak mengkis dua sebelum mendaki. 

Pintu Rimba - Pos 3 (6,5 jam)

Pukul 08.30 kami memulai pendakian yang terbagi menjadi dua kubu, seperti biasa saya dibelakang bersama Yupi, Pungky, Arif dan geng pendaki kacangan. Sekitar 10 menit berjalan kami sudah sampai di pos 1 lembah lempong. Tapi grup Surabaya ini terus gas dong, apa itu break 😵 jalur yang dilalui masih sama seperti yang kau minta dulu, yang khas dari suwanting ini ya tanjakannya wkwk kami mulai memasuki hutan pinus, cuaca pagi ini cukup cerah diiringi canda tawa dan dia, eh. Kami berharap sampai pos 3 sebelum petang agar dapat beristirahat lebih lama. Kasihan teman-teman dari Surabaya direwangi gak turu rek 😂

Melewati lembah gosong dan lembah cemoro, titik yang dulu ada mata airnya, sekarang mata air hanya ada di pos mata air sebelum pos 3. Jadi tetap bawa air yang cukup ygy 😁 lembah berikutnya yang harus kami lewati adalah lembah ngrijan dan lembah mitoh, tim mulai terpencar tapi aku masih disebelahmu wkwk tidak begitu jauh, mengikuti tempo pendaki jawa timuran ternyata banter-banter 😩 disepanjang jalan dipasang pal HM yang bisa digunakan sebagai petunjuk jalan. Sekitar pukul 12.00 kami sampai di pos 2 di pal HM 20. Banyak pendaki beristirahat disini. Tempat yang cocok untuk makan siang sebelum menghadapi tanjakan lembah manding 😯

Pukul 12.30 kami melanjutkan perjalanan menuju lembah manding, trek suwanting yang sebenarnya. Jadi yang tadi apa? 😭 sampai didepan lembah manding, jalur yang digunakan saat ini adalah melipir bukit ke sebelah kanan karena jalur lama yang lurus dan ekstrim sudah tidak dipakai lagi. Jalur baru ini lebih manusiawi, setidaknya itu yang saya rasakan. Meskipun harus mengitari bukit, tapi kita akan disuguhkan pemandangan perbukitan merbabu yang secantik ayang 🙎 Yupi, Faris dan Tio mulai tidak terlihat, arek e mlaku banter nemen 😭 sedang saya dibelakang mereka, sepertinya dia sedang menjadi ultraman full power dan saya ultramini baterai ninuninu 🤣 Pos mata air berada di HM 34, ada beberapa jalur yang dipasangi tali tapi tidak seekstrim jalur lama. Sekitar pukul 14.45 ada teriakan dari atas, kami berjalan kearah sana dan sampailah di pos mata air. Break sebentar kami lanjut ke pos 3 Dampo Awang di HM 36, selepas mata air jalur berubah menjadi terbuka dikelilingi ilalang dan bonus landscape Jawa Tengah. Asek.

Faris hobi ngliwet

Sampai di pos 3 teman-teman memilih lokasi camp diujung, kurang kesel po yo yo 🥲 Kami lanjut mendirikan tenda berjejer dan setelah tenda berdiri Arif dan Yupi memasak soto sedang Faris ngliwet. Saya mencoba soto buatan mereka, ENAK BANGET 😭 Jadi merasa tidak berguna sebagai perempuan wkwk. Sore menjelang dan cuaca mulai dingin, tapi Gunung Merapi menemani istirahat kami dengan view cantiknya sementara Yupi dan Tio mengambil air untuk persediaan. Thx u ultraman 🥳

Ricky peduli lingkungan

Summit Attack

Pos 3 - Puncak Triangulasi (1,5 jam)

Pukul 03.00 Doni membangunkan seluruh penghuni tenda ujung dengan heboh. Tim kemudian memasak sup cream instan karena kami adalah bucin budak micin 🤤 Kami memulai perjalanan ke puncak jam 04.30 dan pada saat itu ada juga dua rombongan lain. Untuk menuju puncak kami harus melewati lebih dari 3 sabana, sabana pertama kami tempuh dalam waktu 30 menit dengan berkali-kali break dan ditemani city light sepanjang jalan 🤩 Sekitar pukul 05.20 kami sampai di puncak suwanting satu-persatu ya soalnya kalau berdua itu denganmu. Tidak lama break, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak triangulasi. Pelan saja sambil sesekali foto-foto mumpung dapat perjalanan seindah ini. Jam 06.00 pagi, sampailah kami di puncak triangulasi, suasana puncak cukup ramai terutama dari pendaki jalur selo.  Kami lanjut ke puncak kenteng songo dan beristirahat cukup lama disana.

Rio playlist spotify
Yupi Ultraman
Tio wek 🤣

Setelah semua rombongan sampai puncak, kami turun sekitar pukul 08.00 😶‍🌫 senyaman itu merbabu with u ☺️ Melewati sabana yang gak tau lagi harus berkata apa.  Definisi serpihan surga yang jatuh ke bumi. Asek. Sampai kembali di pos 3 pukul 09.00 masterchef Arif dan Yupi segera memasak bakso dan bihun goreng sementara yang lain freestyle, wkwk. Setelah selesai sarapan dan packing untuk turun serta membersihkan sampah secara total oleh Ricky dan Arif 🙏🏼 kami turun sekitar jam 11.30 siang. Cuaca mendung menemani, karena air kami sudah habis kami mampir mengisi botol-botol kosong di mata air dibawah pos 3. Perjalanan turun cukup menyenangkan sampai di pos 2 kami break cukup lama kemudian hujan turun 🥲 Ricky, Doni, Tio, Faris, dan Arif berjalan duluan dan mereka sampai basecamp pukul 14.30 sementara saya, Yupi, Pungky, dan Rio satu jam setelahnya 🥴 

Doni maestro kepleset

Arif, master chef next season

Sesampainya di basecamp kami bergantian mandi dengan air gunung yang kemebul setiap diambil dengan gayung 🥶 Setelah istirahat, makan dan sebagainya kami berpisah di basecamp. Saya pulang ke Jogja dan teman-teman lain menuju terminal untuk pulang ke Surabaya. Nanti kita bertemu lagi. Sampai jumpa rindu yang tak pernah selesai 😻

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe