Apapun masalahnya, cah-cah solusinya 😎 libur panjang, engga panjang juga sih 😁 tanggal 30 Mei saya berangkat menuju Surabaya (pake nada scream) dengan kereta pasundan. Perjalanan masih baik-baik saja dengan kursi tegak menanang langit itu sampai menjelang kereta tiba, saya yang seharusnya turun di wonokromo tapi kereta tidak berhenti disana. Kata petugas polsuska semua penumpang berhenti di stasiun gubeng. Sekitar 10 menit kemudian gemuruh suara bebatuan menghantam kaca dan badan kereta. Ada beberapa yang menembus dan sampai masuk ke dalam gerbong. Batunya segede kepala dan runcing 😓 Alhamdulillah saya masih selamat. Sampai stasiun terakhir gubeng, seluruh penumpang kereta diamankan dengan turun dari pintu gerbong kanan saja. Banyak polisi yang sudah berjaga disana. Sambil agak takut saya keluar dari stasiun dan mencari teman-teman yang menjemput. Huft, ada-ada saja oknum suporter bola ini, terimakasih sambutan bar-barnya 😩
![]() |
| onar |
Jumat, 31 Mei 2024
Jam 12.00 malam ya lebih-lebih sedikit wkw saya bertemu teman-teman di depan stasiun gubeng. Kali ini kita sewa mobilnya Ainur 🤣 sewa dong soalnya bayar iuran ga sewajarnya, oke Nur Ainur kita tuntut nanti di yaumul mizan 😂 bercandaaaa. Kami otw ke basecamp penanggungan via kedungudi mojokerto, mmm tetep penanggungan sih meskipun tujuan kami ke puncak sarahklopo yang sedikit dibawah puncak pawitra penanggungan. Kami mampir indomaret untuk beli logistik dulu, karena kali ini kita bawa Chef Arif, jadi harus masak menu andalannya yaitu ayam pedas manis 😂 sampai indomaret saya langsung buru-buru ke kamar mandi, karena mabok perjalanan 😭 ditambah sebelum sampai indomaret ini kami sempat makan dulu, jadilah tak bersisa amunisi yang barusan dikunyah 😂 kayaknya efek drivernya sih, siapa lagi kalo bukan pria medokan bernama Ainur itu ~ setelah dapat logistik, kami lanjut perjalanan dan sekitar 1 km sebelum basecamp ternyata jalan ditutup karena diperbaiki dan kendaraan tidak bisa lewat 😮💨 saya yang sudah keringat dingin menahan mabok part dua akhirnya memutuskan turun dan meneruskan perjalanan ke basecamp dengan lari 😂 ga nekat ga berangkat 😳 meskipun teman-teman sempat khawatir, tapi mereka cukup percaya setelah saya bumbui kalimat "aku gpp". Sampai pertengahan jalan, jam 03.00 pagi banget 😭 akhirnya ada bapak-bapak warga sekitar yang notice keberadaan saya sebagai manusia, bukan hantu 😂 bapak itu bertanya saya mau kemana, lalu diantarlah saya ke basecamp kedungudi, mendahului teman-teman yang harus memutar karena jalan ditutup tadi. Stay aksi, koneksi dan akamsi ☺️
Tiket pendakian sarahklopo ini bisa didapatkan lewat online di aplikasi https://tiketpendakian.com/ dan pembayaran bisa tunai saat di loket sebesar Rp. 15.000/orang. Fasilitas basecamp kedungudi ini cukup lengkap ya teman-teman, ada buaanyak kamar mandi jadi ga perlu antri panjang 😂 sekitar jam 04.30 kami mulai perjalanan dan menyalakan headlamp satu-persatu, perjalanan kali ini personilnya saya, Mba Amel, Mba Nada, Jupi (gondrong), Arif, Ainur, Mun Faris. Saya doang nih yang warga Jogja jadi tutur katanya soft spoken tidak banter seperti teman-teman ☺️🤣 jalur awal kita melewati perkebunan warga yang peteng ndedet degan vegetasi pohon pisang dan sebagainya. Landai sih tapi lumayan panjang untuk sekelas 1000an. Judulnya tektok tapi arek-arek gabisa kalo ga bawa kitchen set 🥲 kayak mau kompetisi master chef tapi aku bagian nyawang. Ainur dan Jupi gondrong yang bertugas bawa carrier, duo mulyorejo ini memang kuat soal usung-usung, kalo duo kenjeran jago mancing dan jadi bandar wkw
Sampai pos 2 yang berada di kiri jalur kami belum bertemu rombongan lain, setelah pos 2 ini ada percabangan dengan jalur jolotundo. Lanjut vegetasi sudah mulai masuk kawasan hutan yang tidak dingin, culture shock di gunung seribuan jawa timur selalu tentang panasnya 😂 kali ini Chef Arif tampil sebagai trail runner lengkap dengan hydro pack, topi dan betis kekarnya 😭 sementara Mun mulai kebelet buang hajat dan Mba Amel & Nada tetap calm, pendiam, introvert kayak aku ☺️
![]() |
| puncak bekel |
Melewati pos 3 kami sampai di candi yang pertama bernama candi carik. Dari sini puncak bekel terlihat jelas, kalo dari info sih situs candi akan lebih banyak kita temukan lewat jalur jolotundo. Tidak jauh dari sini, kita sampai di candi berikutnya yaitu candi lurah, hehe makin naik aja nih pangkatnya kayak dollar ke rupiah 🫢 setelah candi lurah tadi kita akan bertemu kembali dengan pertigaan arah jolotundo di sebelah kiri, kemudian kita ambil kanan diujung jalur akan ada lagi candi shiwa, tapi letaknya agak sedikit dibawah jalur. Naik lagi di kiri jalan ada candi terakhir sebelum simpang arah puncak sarahklopo dan puncak pawitra bernama candi guru. senyumanmu yang indah bagaikan candi.. (candu mbak!)
![]() |
| p jabatan |
Dari candi guru ini kita naik sedikit kemudian belok ke arah kanan ya teman-teman, karena kalo ke atas arah pawitra dan jalannya keliatan nanjak banget 🤣 sedangkan tujuanmu bukan aku kita bukan kesana 😌 jalur menuju puncak sarahklopo ini sangat cantik, berupa jalan datar yang di kanan kirinya terdapat ilalang bersautan. Dari sinilah Mun mulai mencari spot bab padahal matahari udah bersinar terang 😭 lumayan Mun gausah pake headlamp lagi 🤣 karena kondisi Mun yang berpotensi bau, jadi teman-teman jalan duluan untuk mendirikan tenda di tanah lapang sebelum puncak sarahklopo. Perjalanan dari basecamp sampai puncak sarahklopo memakan waktu sekitar 2 hari jam.
![]() |
| arjuno welirang view |
Sambil meroasting Mun yang "yeeekkk" kami membantu chef masak-masak ayam dan es buah. Pokoknya sembarang bisa dimasak kalo sama chef, guru ajari kami guru 😂 dari puncak sarahklopo 1235 mdpl ini terlihat rentetan pegunungan arjuno - welirang dan didepan mata persis ada puncak pawitra yang menjulang. Sesi potret yang selalu ku benci sukaaaa! Selesai masak dan makan sekitar jam 11.00 siang kami mulai packing untuk turun wkw tektok ada part packing tendanya dong 😆 kami foto bersama yang akhirnya dijadikan ajang balas dendam Mun karena tadi diolok-olok 🤣
Kami mulai turun dan cuaca semakin panas 🥵 jalur kedungudi ini juga sebagian terdapat bebatuan, yahh jangan dilihat dari mdpl nya tapi dari bersama siapa kesananya xixi kecil-kecil cabe gendot kalo kata orang. Mba Nada ngacir downhill di depan kayak yamaha 😂 sekitar satu jam kemudian kami satu-persatu sampai di basecamp kembali setelah sempat hampir nyasar di simpang jolotundo karena navigasi pribadi begitu buruk 😂 kegiatan selanjutnya tentu saja mandi, kemudian kami beranjak pulang ke Surabaya dan bertepatan dengan jam sore dimana macet arah Gedangan tidak bisa ditawar sementara Mun sudah mulai mual wkw kata aku sih Mun mabok itu ga baik, enak es teh 😂
Sekitar jam 19.00 akhirnya kami sampai di rumah Ainur di Medokan raya, kita sebut basecamp arek-arek 🙈 setelah makan lagi pokoknya sama mereka makan terus, kami pamit pulang. Duo kenjeran tentu saja ke habitat mereka, Mba Amel dan Nada ke kos sebelum esok hari pulang ke Malang dan saya pulang ke Sidoarjo. Perjalanan ini kecil-kecilan tapi bahagianya besar-besaran! Kalo nanti kita tua dan hidup masing-masing ingatlah hari ini ya, genk! 🌸







